Friday, February 26, 2010
Tuesday, January 19, 2010
Wednesday, January 13, 2010
Monday, January 04, 2010
Sunday, December 20, 2009
Monday, December 07, 2009
PERCAKAPAN TUA
Kemarin ayah saya mendapatkan tamu dirumahnya. Dan seperti biasanya percakapan mereka dibuka dengan pertanyaan2 dasar mengenai kabar, cerita rumah tangga, kegiatan sehari-hari dan sebagainya. Mungkin jg saya sudah lelah melihat mereka sprtinya gak habis2 mengeluhkan masalah penyakit, kematian kerabat2 dekat yg dulu biasa bekerja sama atau menghabiskan hobi bersamanya. Kelelahan saya bukan gak berujung, saya hanya memikirkan saat masa2 tua bila kesialan tersebut mendatangi saya.
Gak tau apa masa itu datang dgn indah atau tidak. Yang jelas, kegagahan, kepintaran, kekayaan, kebanggaan nampaknya gak berguna lagi. Saya memang blm mengalaminya jadi disini saya hanya bisa menebak2 dengan melihat mereka yg berbicara. Menerka2 saat dewa dan matahari sudah memiliki kegiatannya sndiri, istri saya pun msh sibuk mengurusi bisnisnya untuk sekedar aktifitas agar tidak cepat sakit. Blum lg bila penyakit2 gk jelas datang pada saya. Mata yg sudah rabun, asam urat, gula, jantung bahkan mungkin stroke. Kesulitan mengendarai kendaraan sendiri, tak mampu lg membaca tanpa kacamata plus yg dibeli di jatinegara dan seringkali lupa menaruhnya, gemetar, tak ada rokok, gak ada makanan enak hingga gak ada lagi yg bs dinikmati dari jerih payah yg dilakukan saat ini selain melihat anak2 tumbuh dewasa dan mampu menjadi diri mereka sendiri.
Yaah masa tua ini adalah yg terburuk bagi saya. Teramat buruk. Tinggal menunggu jawaban dari hidup saat kita mati. Mungkin hanya itu harapan satu2nya, nilai tunggal dari generasi yg usang.
Alam memang gak mau tau, regenerasi harus terjadi. Suka ato tidak, anak2 kita pun akan menjalani hal yg sama dgn bapak, kakek, almarhum buyut2 terdahulu. Cuma waktu yg ngebedain. Waktu dimana anak2 kita harus bertanggung jawab atas pengrusakan2 yg dilakukan orangtua nya trhadap bumi. Menikmati ilmu yg ditinggalkan generasinya. Kemudian membawa sifat dan watak dari manusia2 terdahulunya.
Setidaknya kita mampu meninggalkan pengrusakan2 yg dilakukan orang tua dan diri kita. Meninggalkan ilmu untuk dinikmati generasi dan anak2nya kemudian. Menurunkan sifat dan watak manusiawi yg sebenarnya merupakan bagian dr alam dan bukan memesinkannya.
Gak tau apa masa itu datang dgn indah atau tidak. Yang jelas, kegagahan, kepintaran, kekayaan, kebanggaan nampaknya gak berguna lagi. Saya memang blm mengalaminya jadi disini saya hanya bisa menebak2 dengan melihat mereka yg berbicara. Menerka2 saat dewa dan matahari sudah memiliki kegiatannya sndiri, istri saya pun msh sibuk mengurusi bisnisnya untuk sekedar aktifitas agar tidak cepat sakit. Blum lg bila penyakit2 gk jelas datang pada saya. Mata yg sudah rabun, asam urat, gula, jantung bahkan mungkin stroke. Kesulitan mengendarai kendaraan sendiri, tak mampu lg membaca tanpa kacamata plus yg dibeli di jatinegara dan seringkali lupa menaruhnya, gemetar, tak ada rokok, gak ada makanan enak hingga gak ada lagi yg bs dinikmati dari jerih payah yg dilakukan saat ini selain melihat anak2 tumbuh dewasa dan mampu menjadi diri mereka sendiri.
Yaah masa tua ini adalah yg terburuk bagi saya. Teramat buruk. Tinggal menunggu jawaban dari hidup saat kita mati. Mungkin hanya itu harapan satu2nya, nilai tunggal dari generasi yg usang.
Alam memang gak mau tau, regenerasi harus terjadi. Suka ato tidak, anak2 kita pun akan menjalani hal yg sama dgn bapak, kakek, almarhum buyut2 terdahulu. Cuma waktu yg ngebedain. Waktu dimana anak2 kita harus bertanggung jawab atas pengrusakan2 yg dilakukan orangtua nya trhadap bumi. Menikmati ilmu yg ditinggalkan generasinya. Kemudian membawa sifat dan watak dari manusia2 terdahulunya.
Setidaknya kita mampu meninggalkan pengrusakan2 yg dilakukan orang tua dan diri kita. Meninggalkan ilmu untuk dinikmati generasi dan anak2nya kemudian. Menurunkan sifat dan watak manusiawi yg sebenarnya merupakan bagian dr alam dan bukan memesinkannya.
Tuesday, December 01, 2009
DI MASA DEPAN, FOTOGRAFI TIDAK BUTUH ALAT YANG BERNAMA “KAMERA”
Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda untuk mengkhayal sebentar. Ya mungkin buat sebagian orang mengkhayal itu buang2 waktu, tapi disini saya cm ingin membagi pemikiran tentang kekuatan imajinasi terhadap konteks fotografi di masa depan, baik dari fotografer, proses, hasil dan media yang terkait.Bila anda2 berkenan tentunya hehe..
Saya br membaca artikel blog dari Dr. Anugra Martyanto yang menceritakan sedikit tentang Einstein. Einsten berkata, “Energi mengikuti imajinasi..!”, dan hal tersebut dibuktikannya dengan begitu banyaknya teori spektakuler tentang adanya hukum kekekalan energi yang saya sendiri tidak memahaminya sama sekali. Ketika dia ditanya bagaimana hal tersebut dapat dilakukannya, dia menjawab “Imajinasi lah yang menunjukkannya”. Waauuooww.
Jangan ada pembatasan dalam hal ini, biarkan pikiran anda bebas berkeliaran semaunya!. Karena suatu tekhnologi yang teramat maju akan terlihat seperti ‘sihir’ bila dilihat dari orang / peradaban yang jauh tertinggal dibelakangnya. Seperti yang saya lihat di berbagai film atau cerita, apabila seseorang dari kebudayaan barat datang membawa kamera / media fotografi masuk ke dalam suku pedalaman yang tertinggal maka orang2 di suku itu akan histeris dan menganggapnya sebagai sihir, kiriman dewa dsb dsb.
Untuk sedikit referensi mungkin saya akan mengutarakan sejarah perkembangan foto scara singkat (mungkin fotografer udah tau ya, jd benarkan saya kalo salah ok..)
* Abad ke-5 SM, ilmuwan China Mo Ti menemukan teori foto.
* Aristoteles dari Yunani pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM masih dengan teori yg sama.
* Giambattista della Porta seorang ilmuwan Italia menyebut ”kamera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.
* Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan akhirnya memberi nama alat tersebut dengan nama ‘camera obscura’.
* Angelo Sala ilmuwan berkebangsaan Italia menemukan, bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam pada abad ke-17
* Johan Heinrich Schulse Professor anatomi berkebangsaan Jerman membuktikan bahwa menghitamkan pelat chloride perak yang disebabkan oleh .
* Thomas Wedgwood dari Inggris bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada camera obscura berlensa pada tahun 1800.
* Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah fotogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak.
* Joseph-Nicephore Niepce seorang seniman lithography Perancis menemukan proses yang disebut ”heliograf” pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya.
* Louis-Jacques Mande’ Daguerre dgn proses yg dinamakan daguerreotype, dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya ada tanggal 19 Agustus 1839.
* Eadweard Muybridge dari Stanford University menemukan ide membuat sebuah film pada tahun 1878.
* George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.
* Tahun 1950 kamera Single Lens Reflex (SLR) mulai diproduksi.
* 1951 viedo tape recorder yang menangkap image langsung dari kamera tv dengan mengkonversinya secara digital ke dalam kaset video ditemukan.
* Pada 1960 NASA merubah sistem pemetaan analog menjadi digital.
* Edwin Land menemukan dan memasarkan kamera Polaroid pada tahun 1972.
* Tahun yang sama Texas Instruments mematenkan kamera elektronik tanpa film.
* Pada 1981 Sony meluncurkan Sony Mavica electronic still camera secara komersil.
* Ilmuwan2 Kodak menemukan sensor berbasis megapixel pertama pada tahun 1986.
* Pada 1991 Kodak meluncurkan untuk yang pertama kali kamera digital profesional DSC.
* Perkembangan pun berlanjut hingga kini sampai entah..???
Yah, itulah kira2 gambaran perkembangan media fotografi hingga kini. Sangat amat pesat dalam abad2 terkhir. Besok, lusa atau mungkin 250 tahun lagi seperti apa ya fotografi, mmmmm....????????
Untuk saya pribadi, saya memikirkan tentang penanaman suatu chip bakteri/protein biologis yang mampu membekukan dan menampung imaji2 dari mata manusia dengan resolusi yang sangat tinggi, yang kemudian mampu memindahkannya ke dalam suatu basis data server / komputer (yg mungkin juga sudah tidak berwujud fisik lagi kali) kepada setiap bayi yang baru lahir. Jadi gak ada lagi yg namanya fotografer atau semua orang itu fotografer? Hehe...
Tapi itu kan saya, kalau anda bagaimana..??
Terima kasih banyak untuk khayalannya dan ingat!,
‘gak ada wujud fisik yg bisa terbentuk tanpa khayalan...'
salam
daus adrian
baca juga
Davenport, Alma, 1991. The History of Photography , University of New Mexico Press.
http://www.infoborder.com/Digital_Camera_History/
Nugroho, R. Amien, 2006. Kamus Fotografi, C.V Andi Offset, Yogyakarta.
Sartre, Jean Paul, 2000. Psikologi Imajinasi, Penerbit Jendela, Yogyakarta.
Haflan, Yulius, 2009. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13256.
Dr. Martyanto, Anugra, 2009. http://umum.kompasiana.com/2009/04/13/kekuatan-imajinasi/
Saya br membaca artikel blog dari Dr. Anugra Martyanto yang menceritakan sedikit tentang Einstein. Einsten berkata, “Energi mengikuti imajinasi..!”, dan hal tersebut dibuktikannya dengan begitu banyaknya teori spektakuler tentang adanya hukum kekekalan energi yang saya sendiri tidak memahaminya sama sekali. Ketika dia ditanya bagaimana hal tersebut dapat dilakukannya, dia menjawab “Imajinasi lah yang menunjukkannya”. Waauuooww.
Jangan ada pembatasan dalam hal ini, biarkan pikiran anda bebas berkeliaran semaunya!. Karena suatu tekhnologi yang teramat maju akan terlihat seperti ‘sihir’ bila dilihat dari orang / peradaban yang jauh tertinggal dibelakangnya. Seperti yang saya lihat di berbagai film atau cerita, apabila seseorang dari kebudayaan barat datang membawa kamera / media fotografi masuk ke dalam suku pedalaman yang tertinggal maka orang2 di suku itu akan histeris dan menganggapnya sebagai sihir, kiriman dewa dsb dsb.
Untuk sedikit referensi mungkin saya akan mengutarakan sejarah perkembangan foto scara singkat (mungkin fotografer udah tau ya, jd benarkan saya kalo salah ok..)
* Abad ke-5 SM, ilmuwan China Mo Ti menemukan teori foto.
* Aristoteles dari Yunani pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM masih dengan teori yg sama.
* Giambattista della Porta seorang ilmuwan Italia menyebut ”kamera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.
* Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan akhirnya memberi nama alat tersebut dengan nama ‘camera obscura’.
* Angelo Sala ilmuwan berkebangsaan Italia menemukan, bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam pada abad ke-17
* Johan Heinrich Schulse Professor anatomi berkebangsaan Jerman membuktikan bahwa menghitamkan pelat chloride perak yang disebabkan oleh .
* Thomas Wedgwood dari Inggris bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada camera obscura berlensa pada tahun 1800.
* Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah fotogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak.
* Joseph-Nicephore Niepce seorang seniman lithography Perancis menemukan proses yang disebut ”heliograf” pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya.
* Louis-Jacques Mande’ Daguerre dgn proses yg dinamakan daguerreotype, dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya ada tanggal 19 Agustus 1839.
* Eadweard Muybridge dari Stanford University menemukan ide membuat sebuah film pada tahun 1878.
* George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.
* Tahun 1950 kamera Single Lens Reflex (SLR) mulai diproduksi.
* 1951 viedo tape recorder yang menangkap image langsung dari kamera tv dengan mengkonversinya secara digital ke dalam kaset video ditemukan.
* Pada 1960 NASA merubah sistem pemetaan analog menjadi digital.
* Edwin Land menemukan dan memasarkan kamera Polaroid pada tahun 1972.
* Tahun yang sama Texas Instruments mematenkan kamera elektronik tanpa film.
* Pada 1981 Sony meluncurkan Sony Mavica electronic still camera secara komersil.
* Ilmuwan2 Kodak menemukan sensor berbasis megapixel pertama pada tahun 1986.
* Pada 1991 Kodak meluncurkan untuk yang pertama kali kamera digital profesional DSC.
* Perkembangan pun berlanjut hingga kini sampai entah..???
Yah, itulah kira2 gambaran perkembangan media fotografi hingga kini. Sangat amat pesat dalam abad2 terkhir. Besok, lusa atau mungkin 250 tahun lagi seperti apa ya fotografi, mmmmm....????????
Untuk saya pribadi, saya memikirkan tentang penanaman suatu chip bakteri/protein biologis yang mampu membekukan dan menampung imaji2 dari mata manusia dengan resolusi yang sangat tinggi, yang kemudian mampu memindahkannya ke dalam suatu basis data server / komputer (yg mungkin juga sudah tidak berwujud fisik lagi kali) kepada setiap bayi yang baru lahir. Jadi gak ada lagi yg namanya fotografer atau semua orang itu fotografer? Hehe...
Tapi itu kan saya, kalau anda bagaimana..??
Terima kasih banyak untuk khayalannya dan ingat!,
‘gak ada wujud fisik yg bisa terbentuk tanpa khayalan...'
salam
daus adrian
baca juga
Davenport, Alma, 1991. The History of Photography , University of New Mexico Press.
http://www.infoborder.com/Digital_Camera_History/
Nugroho, R. Amien, 2006. Kamus Fotografi, C.V Andi Offset, Yogyakarta.
Sartre, Jean Paul, 2000. Psikologi Imajinasi, Penerbit Jendela, Yogyakarta.
Haflan, Yulius, 2009. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13256.
Dr. Martyanto, Anugra, 2009. http://umum.kompasiana.com/2009/04/13/kekuatan-imajinasi/
Saturday, November 14, 2009
LIMA RIBU RUPIAH WACANA DUNIA
"Tak guna antrian panjang
Apalagi hanya popcorn yang mahal
Karena kita gembira
Bermodal awal lima ribuan
Kan ku ajak kau dara
Menyaksikan tutur gambar di rumah
Bertumpuk keping bajakan
Masih sempatnya kita berwacana
Menggila..!!
Digital Video Festival"
Lirik yang sangat menginspirasi bukan..? Ya setidaknya itulah yang dikatakan oleh Jimi Multhazam dari theUpstairs saat dia menyanyikan lagu berjudul digital video festival tsb. Respon terhadap menggilanya bisnis dlm bentuk dvd / vcd bajakan. Sungguh fenomenal..!!, saya pribadi tak mampu berpendapat ketika seorang teman lama menanyakan "Menurutmu pembajakan itu salah atau tidak..?".
Ketika pertanyaan itu terlontar dari mulutnya, saya hanya dapat diam dan mungkin sedikit belaga mikir ( mmmm biar gk keliatan bego2 amat kali ya hehe.. ). Kemudian saya mencoba mencari jawaban2 dari berbagai sumber, baik teori, sosial maupun bisnis. Banyak hasil mengacu pada hak kepemilikan HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual.
Sejauh yang saya tau, terdapat tiga jenis hak kepemilikan yaitu Benda bergerak, seperti emas, perak, kopi, teh, alat-alat elektronik, peralatan telekominukasi dan informasi, dan sebagainya; Benda tidak bergerak, seperti tanah, rumah, toko, dan pabrik; dan yang terakhir adalah Benda tidak berwujud, seperti paten, merek, dan hak cipta (haha itu juga baru baca gw).
Berbeda dengan dua hal yg pertama HAKI termasuk dalam kategori ‘benda tidak berwujud’. Wujudnya berupa informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, keterampilan dan sebaginya yang tidak mempunyai bentuk tertentu. Karena sudah diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta (UUHC) UU, Undang-Undang Paten (UUP) dan Undang-Undang Merek (UUM) maka lebih baik saya gak usah membahas tentang apa2 saja yang termasuk didalamnya, karena hal tersebut juga membosankan bagi saya (bagi saya loh).
Terlepas dari sistem perundang-undangan tersebut, sebenarnya kekayaan intelektual bertujuan untuk apa sih..? Bukankah seharusnya meningkatkan kualitas hidup manusia dari aspek pengetahuan dan moral..?
Benarkan saya jika salah ya kawan, hanya saja dimana moral ketika seorang penjual dvd di pinggir jalan berdebu dan panas yang sedang mencari nafkah untuk istri dan 3 orang anaknya digerebek satpol pp / polisi karena ia menjual dvd dan vcd bajakan yang didapatnya secara halal. Ditambah dengan penyitaan seluruh aset miliknya yg kemudian dapat diambil kembali esok hari di kantor polisi / pol pp dengan sejumlah nominal uang sogokan. Mungkin moral itu ada di dalam kantong aparat kali ya, besok coba saya cari haha..!!
Dalam hal Pengetahuan, dvd dan vcd bajakan adalah gudang dari pengetahuan dan wacana yang murah dan mudah terjangkau rakyat. Bayangkan saja bila tak ada bajakan, bagaimana anda mengoperasikan windows anda?, mungkin sampai saat ini saya pribadi tidak dapat menguasai software photosop, dan saya rasa demikian juga dengan film.
Film adalah suatu karya seni yg paling mutakhir. Kandungan didalamnya berisi segala macam, cabang kesenian lainnya. Lahir sejak munculnya pertanyaan “Apakah keempat kaki kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda berlari..?”. Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Eadweard Muybridge dari Stanford University dengan membuat 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1878. Dari ke-16 gambar kuda yang sedang berlari ini dirangkai dan digerakkan secara berurutan menghasilkan gambar bergerak pertama yang berhasil dibuat di dunia. Dari sinilah ide membuat sebuah film muncul. Karena pada saat itu teknologi kamera perekam belum ada, Muybridge menggunakan kamera foto biasa untuk menghasilkan gerakan lari kuda. Dengan kata lain, diperlukan pengambilan gambar beberapa kali agar memperoleh gerakan lari kuda yang sempurna saat difilmkan. Dan demikian seterusnya hingga perkembangannya saat ini (nanti kl gw terusin jadi kayak pelajaran sejarah film lg). Benar2 Ajaib..!!
Dalam sebuah film orang dapat melihat, mendengar dan merasakan suatu keadaan / peristiwa yang tersaji di dalamnya. Tanda-tanda yg dikandungnya menakjubkan dan hampir membawa semua orang yg melihat terbawa kedalamnya (apalagi kalau film itu bagus). Nilai pengetahuan di dalam film pun sangat banyak, dengan adanya teknologi ini kita dapat mengerti atau setidaknya tau tentang keadaan dan situasi di tempat dan waktu dimana kejadian film tersebut berlangsung. Belum lagi kandungan isi cerita dan pelajaran2 hidup yg disajikannya, mungkin mampu merubah pandangan hidup seseorang tentang hal yang baik dan benar. Huhu sangat padat dan bermanfaat fungsinya yah..
Biaya penciptaan sebuah film besar / box office tidaklah murah. Karena dari sebuah film terdapat tim kerja yg besar mulai dr penulis skenario, aktor hingga sutradara. Pemikiran2 dan proses pembuatannya adalah rumit dan dibutuhkan pemikiran yang baik serta wawasan yang cukup prihal film yang akan dibuatnya. Mmmm, saya pikir hal tersebut sangat sulit jika dilakukan oleh sembarang orang. Dengan tingkat kesulitan2nya tersebut maka sangat wajar bila para pembuat film garang, marah besar dan menyatakan perang terhadap pembajakan. Belum lagi jika melihat sisi sang bandar pembajak tersebut dengan gampangnya memperbanyak kepingan film dan menjualnya kembali, semakin hari semakin kaya raya dia, uuugghhh dasar maling..!!
Sebuah dilema besar untuk saya... Karena pada satu sisi pembajakan sangat dibutuhkan masyarakat dan saya pribadi, jujur saja ‘SANGAT BUTUH’. Wacana yg luas telah saya terima dari hasil2 bajakan ini. Bahkan membajak telah menjadi keseharian saya, dan telah menjadi budaya negara Indonesia yg katanya berisi org2 jujur. Namun rasa bersalah kerap terjadi dan melintas saat saya sedang melihat dvd bajakan dirumah atau dimana saja. Pencipta yang telah bersusah payah berkarya, dengan tanpa hormat telah saya curi dan nikmati demi keuntungan saya mendapatkan wacana tersebut. Sungguh suatu hal yang sulit..!!
Dampak positif dan negatif pun saling bertabrakan dan menciptakan uap asap yang baru disini. Harapan saya uap yg baru ini dapat menjadi sebuah solusi. Solusi yang mampu menurunkan harga2 dvd / vcd yang sangat bermanfaat ini sehingga harganyapun mampu bersaing dengan yang bajakan.. Aduuuh “Bersaing dengan Bajakan..???”
Menggila..!! Digital Video Festival
Apalagi hanya popcorn yang mahal
Karena kita gembira
Bermodal awal lima ribuan
Kan ku ajak kau dara
Menyaksikan tutur gambar di rumah
Bertumpuk keping bajakan
Masih sempatnya kita berwacana
Menggila..!!
Digital Video Festival"
Lirik yang sangat menginspirasi bukan..? Ya setidaknya itulah yang dikatakan oleh Jimi Multhazam dari theUpstairs saat dia menyanyikan lagu berjudul digital video festival tsb. Respon terhadap menggilanya bisnis dlm bentuk dvd / vcd bajakan. Sungguh fenomenal..!!, saya pribadi tak mampu berpendapat ketika seorang teman lama menanyakan "Menurutmu pembajakan itu salah atau tidak..?".
Ketika pertanyaan itu terlontar dari mulutnya, saya hanya dapat diam dan mungkin sedikit belaga mikir ( mmmm biar gk keliatan bego2 amat kali ya hehe.. ). Kemudian saya mencoba mencari jawaban2 dari berbagai sumber, baik teori, sosial maupun bisnis. Banyak hasil mengacu pada hak kepemilikan HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual.
Sejauh yang saya tau, terdapat tiga jenis hak kepemilikan yaitu Benda bergerak, seperti emas, perak, kopi, teh, alat-alat elektronik, peralatan telekominukasi dan informasi, dan sebagainya; Benda tidak bergerak, seperti tanah, rumah, toko, dan pabrik; dan yang terakhir adalah Benda tidak berwujud, seperti paten, merek, dan hak cipta (haha itu juga baru baca gw).
Berbeda dengan dua hal yg pertama HAKI termasuk dalam kategori ‘benda tidak berwujud’. Wujudnya berupa informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, keterampilan dan sebaginya yang tidak mempunyai bentuk tertentu. Karena sudah diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta (UUHC) UU, Undang-Undang Paten (UUP) dan Undang-Undang Merek (UUM) maka lebih baik saya gak usah membahas tentang apa2 saja yang termasuk didalamnya, karena hal tersebut juga membosankan bagi saya (bagi saya loh).
Terlepas dari sistem perundang-undangan tersebut, sebenarnya kekayaan intelektual bertujuan untuk apa sih..? Bukankah seharusnya meningkatkan kualitas hidup manusia dari aspek pengetahuan dan moral..?
Benarkan saya jika salah ya kawan, hanya saja dimana moral ketika seorang penjual dvd di pinggir jalan berdebu dan panas yang sedang mencari nafkah untuk istri dan 3 orang anaknya digerebek satpol pp / polisi karena ia menjual dvd dan vcd bajakan yang didapatnya secara halal. Ditambah dengan penyitaan seluruh aset miliknya yg kemudian dapat diambil kembali esok hari di kantor polisi / pol pp dengan sejumlah nominal uang sogokan. Mungkin moral itu ada di dalam kantong aparat kali ya, besok coba saya cari haha..!!
Dalam hal Pengetahuan, dvd dan vcd bajakan adalah gudang dari pengetahuan dan wacana yang murah dan mudah terjangkau rakyat. Bayangkan saja bila tak ada bajakan, bagaimana anda mengoperasikan windows anda?, mungkin sampai saat ini saya pribadi tidak dapat menguasai software photosop, dan saya rasa demikian juga dengan film.
Film adalah suatu karya seni yg paling mutakhir. Kandungan didalamnya berisi segala macam, cabang kesenian lainnya. Lahir sejak munculnya pertanyaan “Apakah keempat kaki kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda berlari..?”. Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Eadweard Muybridge dari Stanford University dengan membuat 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1878. Dari ke-16 gambar kuda yang sedang berlari ini dirangkai dan digerakkan secara berurutan menghasilkan gambar bergerak pertama yang berhasil dibuat di dunia. Dari sinilah ide membuat sebuah film muncul. Karena pada saat itu teknologi kamera perekam belum ada, Muybridge menggunakan kamera foto biasa untuk menghasilkan gerakan lari kuda. Dengan kata lain, diperlukan pengambilan gambar beberapa kali agar memperoleh gerakan lari kuda yang sempurna saat difilmkan. Dan demikian seterusnya hingga perkembangannya saat ini (nanti kl gw terusin jadi kayak pelajaran sejarah film lg). Benar2 Ajaib..!!
Dalam sebuah film orang dapat melihat, mendengar dan merasakan suatu keadaan / peristiwa yang tersaji di dalamnya. Tanda-tanda yg dikandungnya menakjubkan dan hampir membawa semua orang yg melihat terbawa kedalamnya (apalagi kalau film itu bagus). Nilai pengetahuan di dalam film pun sangat banyak, dengan adanya teknologi ini kita dapat mengerti atau setidaknya tau tentang keadaan dan situasi di tempat dan waktu dimana kejadian film tersebut berlangsung. Belum lagi kandungan isi cerita dan pelajaran2 hidup yg disajikannya, mungkin mampu merubah pandangan hidup seseorang tentang hal yang baik dan benar. Huhu sangat padat dan bermanfaat fungsinya yah..
Biaya penciptaan sebuah film besar / box office tidaklah murah. Karena dari sebuah film terdapat tim kerja yg besar mulai dr penulis skenario, aktor hingga sutradara. Pemikiran2 dan proses pembuatannya adalah rumit dan dibutuhkan pemikiran yang baik serta wawasan yang cukup prihal film yang akan dibuatnya. Mmmm, saya pikir hal tersebut sangat sulit jika dilakukan oleh sembarang orang. Dengan tingkat kesulitan2nya tersebut maka sangat wajar bila para pembuat film garang, marah besar dan menyatakan perang terhadap pembajakan. Belum lagi jika melihat sisi sang bandar pembajak tersebut dengan gampangnya memperbanyak kepingan film dan menjualnya kembali, semakin hari semakin kaya raya dia, uuugghhh dasar maling..!!
Sebuah dilema besar untuk saya... Karena pada satu sisi pembajakan sangat dibutuhkan masyarakat dan saya pribadi, jujur saja ‘SANGAT BUTUH’. Wacana yg luas telah saya terima dari hasil2 bajakan ini. Bahkan membajak telah menjadi keseharian saya, dan telah menjadi budaya negara Indonesia yg katanya berisi org2 jujur. Namun rasa bersalah kerap terjadi dan melintas saat saya sedang melihat dvd bajakan dirumah atau dimana saja. Pencipta yang telah bersusah payah berkarya, dengan tanpa hormat telah saya curi dan nikmati demi keuntungan saya mendapatkan wacana tersebut. Sungguh suatu hal yang sulit..!!
Dampak positif dan negatif pun saling bertabrakan dan menciptakan uap asap yang baru disini. Harapan saya uap yg baru ini dapat menjadi sebuah solusi. Solusi yang mampu menurunkan harga2 dvd / vcd yang sangat bermanfaat ini sehingga harganyapun mampu bersaing dengan yang bajakan.. Aduuuh “Bersaing dengan Bajakan..???”
Menggila..!! Digital Video Festival
Saturday, November 07, 2009
Jogja dan Saya
Perjalanan saya dan istri tercinta ke jogja kali ini sangat aneh dan tidak biasa. Gw seperti mau jalan menuju cinta lama yang tak terlupakan.. Ciee elaah apaan sih? Tp memang jogja adalah kota yang menyelamatkan saya dari puing2 asam kimia masa remaja. Dengan anggunnya ia membangunkan dan menginjak2 gw untu melawan dan terus bertarung.
Wajahnya mungkn berubah, tp hatinya tetap sama. Sambutan picik nan hangat para tukang becak, suara gemuruh pengamen amburadul yg mengklaim musik mereka sebagai musik kontemporer, grafiti dan mural2 bawah jembatan yg warna catnya mulai memudar, dan tentunya para abdi dalem nan sakti yang bila berkendara motor d jalan selalu membawa kris dan gak pernh memakai helm karena blangkon khas selalu menutupi kepalanya, namun tak akan berani polisi2 coklat itu menangkapnya. Huuu, gw jd terinspirasi buat nyari kostum mereka lalu memakainya di jalanan jakarta, ditangkep gak ya?
Saat menulis ini gw masih di kreta, yah karena keadaan darurat jd hrs pulang hari ini juga. Kelas bisnis pula. Biasanya sih gw lebih seneng naek ekonomi, cm karena beberapa hal dgn trpaksa saya membeli tiket 110rb ini, mgkin gw ceritain nanti deh. Seru jg soalnya, ft2nya jg banyak..
Kembali mengenang jogja, ya jogja adalah pencipta karakter diri gw sekarang ini. Provokasi2 yang dihujatkannya kepada saya membawa saya jauh dr diri saya sbelumnya. Teman2 yang datang dan pergi, cerita cinta jalanan yang telah membuahkan bibit dewa dan matahari,seniman dan kostum2 karyanya, rambut gimbal sasakan, tato, pornografi yang menjadi sebuah karya seni murni nan agung, musik brantakan, gaya hidup kontemporer dan absurd (seringkali gw lupa hari y dulu..? mmmm..), gembel, kuli, gak punya tempat tinggal, hotel bintang 5, desa, gunung, bencana, pasar kembang, lapen, ao, disko, minuman import, nietsche, marxis, budha, china, gamelan, wayang, vespa dsb dsb yg tak akan habis kalo gw bahas semua..
Yaah berhubung jakarta udah ngiket mati gw lg buat mengabdi padanya, dengan berat saya harus pergi lagi dr cinta lamaku.. Bagaimanapun jg hari tua ku, ingin kuhabisan d jogja. Karena gw ini lahir dr rahimnya untuk kedua kali dan kesempatan ke dua dalam hidup.
Demi Jogja
Kota Penyelamat
Wajahnya mungkn berubah, tp hatinya tetap sama. Sambutan picik nan hangat para tukang becak, suara gemuruh pengamen amburadul yg mengklaim musik mereka sebagai musik kontemporer, grafiti dan mural2 bawah jembatan yg warna catnya mulai memudar, dan tentunya para abdi dalem nan sakti yang bila berkendara motor d jalan selalu membawa kris dan gak pernh memakai helm karena blangkon khas selalu menutupi kepalanya, namun tak akan berani polisi2 coklat itu menangkapnya. Huuu, gw jd terinspirasi buat nyari kostum mereka lalu memakainya di jalanan jakarta, ditangkep gak ya?
Saat menulis ini gw masih di kreta, yah karena keadaan darurat jd hrs pulang hari ini juga. Kelas bisnis pula. Biasanya sih gw lebih seneng naek ekonomi, cm karena beberapa hal dgn trpaksa saya membeli tiket 110rb ini, mgkin gw ceritain nanti deh. Seru jg soalnya, ft2nya jg banyak..
Kembali mengenang jogja, ya jogja adalah pencipta karakter diri gw sekarang ini. Provokasi2 yang dihujatkannya kepada saya membawa saya jauh dr diri saya sbelumnya. Teman2 yang datang dan pergi, cerita cinta jalanan yang telah membuahkan bibit dewa dan matahari,seniman dan kostum2 karyanya, rambut gimbal sasakan, tato, pornografi yang menjadi sebuah karya seni murni nan agung, musik brantakan, gaya hidup kontemporer dan absurd (seringkali gw lupa hari y dulu..? mmmm..), gembel, kuli, gak punya tempat tinggal, hotel bintang 5, desa, gunung, bencana, pasar kembang, lapen, ao, disko, minuman import, nietsche, marxis, budha, china, gamelan, wayang, vespa dsb dsb yg tak akan habis kalo gw bahas semua..
Yaah berhubung jakarta udah ngiket mati gw lg buat mengabdi padanya, dengan berat saya harus pergi lagi dr cinta lamaku.. Bagaimanapun jg hari tua ku, ingin kuhabisan d jogja. Karena gw ini lahir dr rahimnya untuk kedua kali dan kesempatan ke dua dalam hidup.
Demi Jogja
Kota Penyelamat
Subscribe to:
Posts (Atom)